-

Salam

8 April 2011

Sholat Malam



Pagi hari yang penuh barokah ini, an mulai menulis di blog sambil diiringi suara alunan murrotal dari Ahmad Saud. Suara dari Ahmad Saud membuat hati ini bergetar ketika mendengarkan surat cinta dari Allah.

QS Al Anfal 2
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal".

Bermula dari sebelum tidur, an menuliskan kembali impian hidup an. Karena sebelumnya an merasa selama beberapa pekan ke belakang sepertinya an bukan seorang FATIMAH yang sebenarnya. Semua mengalir tanpa ada hal yang mendasari kuat setiap langkah yang an ambil. Salah satu catatan an adalah "Perbaiki niatmu, lakukan step by step untuk melangkah ke tahapan selanjutnya". Ada maksud khusus yang mendasari kalimat ini.

Ketika sebelum tidur an berdo'a, "Ya Allah, bangunkanlah hamba di sepertiga malam ini,...". Ketika hati mulai merasakan kekeringan maka yang paling mujarab adalah melakukan sholat malam di sepertiga malam terakhir.

Alhamdulillah, Ya Allah, hati yang mulai kering sedikit demi sedikit terobati dengan kekhusyukan bermunajat kepada Engkau. Sedikit demi sedikit hati yang kering mulai disirami dengan air yang membuat hati ini menjadi sejuk kembali. Tak kuasa an menahan air yang terus mengalir membasahi pipi ketika membaca Al Qur'an. Inilah yang an cari beberapa hari ini. Ya Allah,,Iyya kana'budu waiyya kanasta'in.

Al Muzzammil adalah surat yang menyuruh kita untuk melakuka sholat di sepertiga malam terakhir supaya kita dapat mengambil hikmah.
Al Muzzammil 1-8
1. Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!
2. Bagunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil,
3. (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu.
4. Atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan.
5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.
6. Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan.
7. Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang.
8. Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.

Sholat malam dengan khusyuk menjadi sebuah kran air yang membasahi hati yang mulai kekeringan.

"Ya Allah, kokohkanlah langkah kaki hamba-Mu ini untuk melangkah ke arah yang lebih baik. Dan kuatkanlah pundak hamba-Mu ini untuk menjalankan amanah ini,, hanya kepada Engkaulah hamba memohon dan hanya kepada Engkaulah hamba meminta pertolongan".

7 April 2011

Al Fatih

QS An Nisa' : 71
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) secara berkelompok, atau majulah bersama-sama (serentak)".

Muhammad Al Fatih
Sosok pemuda yang selalu gigih dalam berjuang dan menjadikan Konstantinopel menjadi negara Islam di usia yang sangat muda. Sungguh sosok yang menginspirasi. Ketika menjadi seorang khalifah pun Al Fatih selalu mengutamakan kesejahteraan rakyatnya dan selalu berhati-hati dengan segala fasilitas menjadi seorang pemimpin.

Rasulullah pernah bersabda : "Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan". (HR. Imam Ahmad)

Umar bin Khattab menegaskan prinsip penilaiannya akan kualitas seseorang, " Yang paling aku cintai dari kalian sebelum akau mengenal kalian adalah yang paling baik riwayat hidupnya. Tetapi bila kalian telah bicara, yang paling aku cintai adalah yang paling fasih biacranya. Tetapi stelah aku uji kalian, maka yang paling aku cintai adalah yang paling baik pekerjaannya".

QS Al Qasas 77
"Dan carilah (pahala negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan ALlah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik padamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan".

Bekerja bukan hanya dianjurkan untuk memeberi manfaat kepada manusia, tetapi juga snagat dipuji jika bermanfaat bagi makhluk lain. Rasulullah saw bersabda, "Seseorang muslim yang menanam atau menabur benih, lalu ada sebagian yang diakan oleh burung atau manusia, ataupun oleh binaatang , niscaya semua itu akan menjadi sedekah banginya". (HR Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Khalil Gibran dalam Sang Nabi membuat puisi yang indah :
Kau bekerja, supaya langkahmu seiring irama bumi. Serta pejalan roh jagad ini. Berpangku tangan menjadikanmu orang asing bagi musim, Serta keluar dari kehidupan itu sendiri. Yang menderap perkasa, megah dalam ketaatannya menuju keabadian masa.

Hal ini menggambhrkan bahwa sesunguhnya di usia muda maka gunakan wakTunya dengan hal yang bermanfaat bagi orang lain. Dan selalu mempunyai etos kerja yang tinggi.

Yuks,,bersemangat menjadi orang yang bermanfaat bagi yang lain.

6 April 2011

melankolis..

Melankolis..sebuah istilah yang menggambarkan karakter seseorang. Di ilmu psikologi terdapat 4 jenis karakter manusia yang sering kita dengar yaitu : Korelis, Melankolis, Sanguinis, Phlegmatis. Nah,,ada yang tau ciri-ciri dari masing-masing karakter ini?? Pastinya ya,,ciri yang paling mencolok dari masing-masing karakter ini adalah :
- korelis - tipe pemimpin
- melankolis - tipe orang gampang nangis, sensitif
- sanguinis - tipe orang yang ceria
- phlegnatis - tie orang yang suka damai
Nah, sekarang saudara sekalian termasuk tipe yang mana?? ..... (*jawab sendiri aja ya)

Berdasarkan judul yang saya buat,,so akan saya kulas mengenai karakter ini. Tapi ini kisah yang terjadi pada diri saya sendiri. Afwan sekedar ingin berbagi.

Hari Ahad sore adalah hari yang sangat dinanti-nanti selama 2 minggu ini karena tidak bertemu dengan saudara se'geng. (Tau sendiri lah ya.. apa itu arti se'geng'). Hal ini dikarenakan ahad sebelumnya diganti dengan menghadiri 'Aksi Peduli Timur Tengah' di Monas Jakarta. Ketika ada sms dari murrobi jika akan ada LQ ahad sore, sungguh senang hati ini rasanya. Saatnya di charge kembali energi kita bersama dengan saudari-saudari formasi c****a. Pertemuan dilakukan seperti susunan acara biasa yaitu dengan pembukaan, tilawah, tasmi', tausiyah, majmu'atir rosail, ta'limat, taujih, qodhoya, mutaba'ah, penutup. Pada waktu qodhoya saya diminta untuk menyampaikan qodhoya,, dan pada waktu menyampaikan qodhoya, my MR membuat statement,,'oo,,ternyata fatimah melow juga ya'.('ngena banget'). Apaaaaa... Padahal saya tidak pernah menunjukkan sisi melow yang identik dengan nangis-nangis, tapi ternyata MR saya tau. Gleg..gleg..gleg.. Tapi tenang melow saya bukan yang suka nangis atau tersinggung ya. Tapi melow dalam sisi lain saja, misalnya dalam tulisan, saat muhasabah. (pembelaan..)

O,iya ada cerita menarik lagi kemarin.
Ada adikku seorang akhwat yang mendapat sms dari temennya ' Ternyata akhwat sekeras-keras batu ternyata mempunyai sisi melow juga'. Kata adikku itu bener-bener tusukan yang daleeeemmm banget. (lebay ya, maklum memang orangnya seperti itu). Maklum selama ini adikku ini dikenal sebagai akhwat yang keras, cuek, dll. Tapi karena pembahasan tentang 'ukhuwah' maka tidak bisa dibendung lagi lah gejolak hatinya. Tapi memang benar kan, jika kita sudah membahas tentang 'ukhuwah' pasti perasaan yang akan berlaku. Karena 'ukhuwah' berasal dari hati.

Pokoknya seru banget saat pembahasan tentang karakter seseorang. Karena ekspresi yang ditimbulkan itulah yang menyebabkan seseorang itu unik. Silahkan berekspresi, tapi jangan terlalu berlebihan ya.. SEMANGAT!!
Setiap orang mempunyai karakter sendiri-sendiri, tapi tetap harus saling mengingatkan ya. Dan jadikanlah karakter yang dominan untuk menjadi sebuah kontribusi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Bersiap-sipalah mengolah karakter!!

31 Maret 2011

manusia untuk sebuah cita-cita

SEjarah mengajarkan kita sebuah kaidah ; bahwa risalah yang agung haruslah dibawa oleh seorang rasul yang agung, bahwa sebuah misi besar haruslah diemban oleg seorang manusia yang besar, bahwa sebuah beban amanat yang berat haruslah dipikul oleh ar rijjal yang kuat, bahwa sebuah pedang yang tajan hanyalah akan berguna jika ia berada dalam genggaman tangan seorang pahlawan pemberani, bahwa sebuah peradaban hanya dapat dibangun di atas altar sejarah oleh manusia-manusia peradaban.

(diambil dari buku 'Dari Gerakan ke Negara')

21 Maret 2011

ikhlas..

Jika ada kader dakwah merasakan kekeringan ruhiyah, kegersangan ukhuwah, kekerasan hati, hasad, perselisihan, friksi, dan perbedaan pendapat yang mengarah ke permusuhan, berarti ada masalah besar dalam tubuh mereka. Dan itu tidak boleh dibiarkan. Butuh solusi tepat dan segera.

Jika merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah, kita akan menemukan pangkal masalahnya, yaitu hati yang rusak karena kecenderungan pada syahwat. “Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Al-Hajj: 46). Rasulullah saw. bersabda, “Ingatlah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka seluruh tubuhnya baik; dan jika buruk maka seluruhnya buruk. Ingatlah bahwa segumpul daging itu adalah hati.” (Muttafaqun ‘alaihi). Imam Al-Ghazali pernah ditanya, “Apa mungkin para ulama (para dai) saling berselisih?” Ia menjawab,” Mereka akan berselisih jika masuk pada kepentingan dunia.”

Karena itu, pengobatan hati harus lebih diprioritaskan dari pengobatan fisik. Hati adalah pangkal segala kebaikan dan keburukan. Dan obat hati yang paling mujarab hanya ada dalam satu kata ini: ikhlas.

Kedudukan Ikhlas

Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162). Surat Al-Bayyinah ayat 5 menyatakan, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” Rasulullah saw. bersabda, “Ikhlaslah dalam beragama; cukup bagimu amal yang sedikit.”

Tatkala Jibril bertanya tentang ihsan, Rasul saw. berkata, “Engkau beribadah kepada Allah seolah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”

Fudhail bin Iyadh memahami kata ihsan dalam firman Allah surat Al-Mulk ayat 2 yang berbunyi, “Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” dengan makna akhlasahu (yang paling ikhlas) dan ashwabahu (yang paling benar). Katanya, “Sesungguhnya jika amal dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar, maka tidak diterima. Dan jika amal itu benar tetapi tidak ikhlas, juga tidak diterima. Sehingga, amal itu harus ikhlas dan benar. Ikhlas jika dilakukan karena Allah Azza wa Jalla dan benar jika dilakukan sesuai sunnah.” Pendapat Fudhail ini disandarkan pada firman Allah swt. di surat Al-Kahfi ayat 110.

Imam Syafi’i pernah memberi nasihat kepada seorang temannya, “Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla.”

Karena itu tak heran jika Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.” Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.”

Makna Ikhlas

Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.

Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.

Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras (nampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.

Karena itu, bagi seorang dai makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, sebutan, kemajuan atau kemunduran. Dengan demikian si dai menjadi tentara fikrah dan akidah, bukan tentara dunia dan kepentingan. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.” Dai yang berkarakter seperti itulah yang punya semboyan ‘Allahu Ghayaatunaa‘, Allah tujuan kami, dalam segala aktivitas mengisi hidupnya.

Buruknya Riya

Makna riya adalah seorang muslim memperlihatkan amalnya pada manusia dengan harapan mendapat posisi, kedudukan, pujian, dan segala bentuk keduniaan lainnya. Riya merupakan sifat atau ciri khas orang-orang munafik. Disebutkan dalam surat An-Nisaa ayat 142, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat itu) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”

Riya juga merupakan salah satu cabang dari kemusyrikan. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takuti pada kalian adalah syirik kecil.” Sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Riya. Allah berkata di hari kiamat ketika membalas amal-amal hamba-Nya, ‘Pergilah pada yang kamu berbuat riya di dunia dan perhatikanlah, apakah kamu mendapatkan balasannya?’” (HR Ahmad).

Dan orang yang berbuat riya pasti mendapat hukuman dari Allah swt. Orang-orang yang telah melakukan amal-amal terbaik, apakah itu mujahid, ustadz, dan orang yang senantiasa berinfak, semuanya diseret ke neraka karena amal mereka tidak ikhlas kepada Allah. Kata Rasulullah saw., “Siapa yang menuntut ilmu, dan tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan perhiasan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan wangi-wangi surga di hari akhir.” (HR Abu Dawud)

Ciri Orang Yang Ikhlas

Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri yang bisa dilihat, diantaranya:

1. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”

Perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidak dalam beramal. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik yang suka maupun duka, seorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah, berdakwah, dan berjihad.

Al-Qur’an telah menjelaskan sifat orang-orang beriman yang ikhlas dan sifat orang-orang munafik, membuka kedok dan kebusukan orang-orang munafik dengan berbagai macam cirinya. Di antaranya disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 44-45, “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.”

2. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadits, “Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)

Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.

3. Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya.

Para dai yang ikhlas akan menyadari kelemahan dan kekurangannya. Oleh karena itu mereka senantiasa membangun amal jama’i dalam dakwahnya. Senantiasa menghidupkan syuro dan mengokohkan perangkat dan sistem dakwah. Berdakwah untuk kemuliaan Islam dan umat Islam, bukan untuk meraih popularitas dan membesarkan diri atau lembaganya semata.

16 Maret 2011

pidato Abu Bakar ra

Pidato Abu Bakar Ash Shiddiq ra saat dinobatkan menjadi khalifah.
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku telah diberi amanah menjadi pemimpin atas kalian, padahal aku bukanlah orang yang terbaik diantara kalian. Oleh karena itu, saat aku lemah, luruskanlah diriku dan jika aku berbuat baik, abntu dan tolonglah aku. Kejujuran adalah amanah dan kedustaan adalah pengkhianatan. Yang lemah diantara kamu adalah yang kuat di sisiku, sehingga aku insya Allah akan memenuhi haknya. Sedangkan yang kuat diantara kamu adalah yang lemah di sisiku, sehingga aku mengambil hak darinya, insya Allah. Taatilah aku selama aku taat kepada Allah swt dan Rasul-Nya. Jika aku bermaksiat kepada Allah swt dan Rasul-Nya, maka tidak ada ketaatan untukku atas kalian, semoga Allah swt merahmati kalian”.

13 Maret 2011

coretan..

Assalamu'alaikum wr wb
Waahh,,sudah lama ya tidak mengirimkan postingan tulisan di blog ini. Sampai akhirnya di sore yang sedikit dingin ini setelah diguyur hujan, an menulis lagi di blog ini. Salam ukhuwah untuk para pembaca di blog ini. Ingin rasanya memberi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, tapi ternyata an perlu banyak belajar menulis dengan hati.
Hari ini banyak yang bisa ambil ibroh nya..
- Ruhul Istijabah
- Kisah perjalanan tarbiyah
- Menepati janji dengan segera
- Masukan tentang pribadi
Mau memulai yang mana dulu ya??bingung euy..
Okelah,,berurutan saja :
1. Bermula dari pagi-pagi buta (bener2 pagi sampai berpapasan sama orang saja g keliatan)kita melakukan kegiatan riyadhoh bareng,,sebagai bentuk rangkaian sebuah acara. Berawal dari sini ada beberapa evaluasi yaitu ruhul istijabah perlu ditingkatkan. HAMASAH!!
2. Kisah perjalanan tarbiyah temen2 se-geng. Ternyata perjalanan tarbiyah kita jika dikumpulkan bisa jadi satu buku. Macam-macam perjuangan tarbiyah dimulai sampai kita sekarang sudah hampir banyak yang meninggalkan Bogor. Semoga kisah perjalanan tarbiyah ini bisa diambil hikmahnya bagi orang yang mendengarkan. Dan menjadi sebuah inspirasi bagi yang lain.
3. Berawal dari janji ketemuan kemarin sampai harus segera melakukan perjalanan ke tempat pertemuan yang lumayan jauh, karena an mengganti waktu ketemuan. Hikmahnya, tepatilah janji yang sudah dibuat walau memang memerlukan perjuangan.
4. Masukan untuk pribadi. Wuuuaaaahhhh,,banyak banget..Jazakumullah khoir, bagi saudaraku yang telah memberi masukan untuk diri ini. InsyaAllah akan diusahakan untuk merubahnya jika ada karakter yang kurang berkenan di hati. Atau ada masukan dari para pembaca blog ini. An akan senang sekali menerima kritik dan masukannya.

Alhamdulillah, akhirnya an bisa menulis kembali di blog ini. Semoga ini menjadi pengingat bagi an, karena ternyata banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kondisi lingkungan kita.
Jazakumullah khoir katsir

Wassalamu'alaikum wr wb

Darmaga, Bogor