
Panggung Open House

Final Lomba Fun Futsal

Pertunjukan drama 'Perjuangan Anak Palestina'
Pemenang Lomba Tahfidz bersama juri Ust. Salim dari Libya
be different for better future



Pertunjukan drama 'Perjuangan Anak Palestina'
Semalam sudah membuat heboh seluruh isi kosan dengan menemukan darah menetes disepanjang penjuru kosan. Setelah ditelusuri ternyata darah itu berasala dari gery (nama seekor kucing). Alhasil seluruh kosan panik, ada apa dengan gery? Apakah gery muntah darah? Sampai ada salah satu anak yang menangis melihat gery dalam keadaan seperti itu. Hal pertama yang dilakukan adalah penanganan pertama oleh teman-teman kosan (alhamdulillah ada anak FKH..^^), tetapi darah tidak kunjung berhenti. Akhirnya keputusannya adalah membawa gery ke RSH IPB. Setelah diperiksa ternyata ada sobekan di mulutnya. Saat diperiksa dokternya heran kenapa mulutnya gery berbeda? Gery memang mempunyai bibir sumbing. Setelah diinfus sebentar kemudian gery dibawa pulang kembali.
Itu adalah kejadian semalam tentang gery. Namun, ternyata gery mempunyai kisah yang lebih kompleks dibandingkan dengan kucing biasa. (Di WA banyak kisah tentang kucing yang aneh..)
Berawal dari suatu hari di Wisma Ayu, tiba-tiba ada seekor kucing kecil yang dilehernya terikat sebuah gelang. Kami pikir kucing itu memang ada yang punya, kami pun membiarkannya berlalu. Tetapi kucing itu ternyata kembali lagi dan menetap di WA. Karena penasaran dengan ikatan gelang di lehernya akhirnya ada teman yang sengaja memeriksa ternyata gelang itu membuat luka leher kucing itu, dan dipustuskan untuk memotong gelang itu agar tidak semakin melukai kucing kecil itu. Dan kemudian kucing kecil itu dirawat lukanya dan membiarkannya hidup di lingkungan WA. Sudah hampir enam bulan kucing itu mendapat nama gery (karena kucing itu jantan..). Tibalah suatu ketika ada info yang menyebutkan bahwa gery milik kosan anak laki-laki di balebak yang sudah lama menghilang. Tiba-tiba ada anak laki-laki yang berusaha membawa gery pergi, tanpa memberitahu anak-anak WA terlebih dahulu. Tak ayal anak-anak WA tidak dapat membendung emosinya, ada yang nangis ada yang menutup pintu dengan keras dan menyemangati gery agar kabur. (Saat itu semua benar2 seperti keadaan silang sengketa kepemilikan kucing ini..dan menjadi trending topik di WA selama beberapa hari..). Fiuuuhhhh...
Pada saat itu, asal usul gery semua terkuak. Bahwa gery adalah kucing banci yang dulunya bernama ‘pussy’. Karena hormon jantannya kurang, sehingga tidak bisa membuat betina tertarik padanya. (Benar-benar tidak menyangka..). Bibirnya yang sumbing membuat gery semakin berbeda dengan yang lain. Gery juga suka tempe goreng. (Benar-benar kucing yang unik...). Pussy?? Apakah?? (dengan nada alay), kenapa kucing ini diberi nama pussy dan menganggapnya banci? Padahal jelas-jelas gery itu jantan, kami menyangka karena ini perlakuan di kosan yang lama, karena semua cowok jadi gery merasa menjadi betina. (Emang bisa ya..he). Karena itu, kita memberi nama gery agar kucing itu menjadi seekor kucing jantan yang utuh. Apalagi sekarang di WA ada kucing betina yang bernama Miauu, semoga bisa menjadikan gery menjadi seekor kucing jantan yang selama ini terpendam. Walau miauu juga sudah tidak mempunyai kesempatan untuk hamil lagi karena rahimnya sudah diangkat.
Ini adalah kisah nyata seekor kucing yang ada di WA.
Apa yang anda lakukan ketika melihat ada anak kecil yang menagis saat bermain dengan teman-temannya??
Jawabannya ada yang langsung menghampiri dan berusaha membujuknya agar berhenti menangis, ada juga yang membiarkannya, ada juga yang hanya melihat dari jarak jauh.
Mana jawaban yang akan anda lakukan ketika melihat kejadian tersebut.
Hal ini pernah saya alami sendiri. Kejadiannya ketika jam istirahat sekolah. Ada anak-anak SMP yang bermain bola dengan anak-anak TK. Kalau melihat dari ukuran badan pasti sudah tidak bisa disamakan, tentu saja anak-anak SMP lebih tinggi dan besar dibandingkan dengan anak-anak TK. Tapi ketika melihat mereka bermain, anak-anak SMP bisa menempatkan diri menjadi seorang kakak yang harus mengalah pada adiknya. Walau kadang ada yang tidak mau mengalah juga. Sampai tiba sebuah kejadian ada anak TK yang terjeduk kepalanya ke tembok karena rebutan bola dengan anak SMP. Anak TK itu menangis karena kepalanya yang terjeduk. Langsung saja anak SMP mencoba untuk menenangkan anak TK itu, dan meminta maaf karena telah berbuat salah, tetapi anak TK tersebut belum berhenti menangis. Pada waktu itu saya hanya melihat saja dari teras kelas. Dalam hati saya sebenarnya ada konflik batin antara mau menenangkan anak tersebut atau hanya melihatnya saja. Akhirnya saya memutuskan untuk melihat saja dari jarak jauh. Saya ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh teman-temannya yang lain. Ternyata ada beberapa orang temannya yang mendekati untuk menenangkan anak itu. Tetapi anak itu belum juga berhenti menangis, ada satu anak yang sangat setia kawan, ia mendekati anak yang nangis tersebut dan mengajaknya untuk ngobrol dan membujuknya agar tidak menangis lagi. Akhirnya anak tersebut berhenti menangis juga. Subhanallah ya..ternyata banyak hal yang dapat kita temukan dari interaksi anak-anak di sekolah.
Apa yang terjadi jika saya mendekati anak yang menangis dan mencoba untuk menenangkannya?
Mungkin saya tidak akan melihat peristiwa yang begitu mengesankan. Ternyata anak-anak sudah dapat saling berbagi dan setia kawan. Dengan cara seperti ini akan membentuk anak-anak menjadi orang yang bertanggung jawab dan mengasah emosi mereka.
Banyak hal yang dapat kita ambil manfaat disetiap kejadian yang ada di sekitar kita...
Tempat kejadian :
SMPIT Nurul Fajar dan TK Fatimah di Kp. Carang Pulang, Desa Cikarawang, Dramaga