lama tidak bersua dengan blog..belum ada entri baru ya..
masih bingung mau nulis apa..banyak hal yang ingin ditulis, tapi belum sempat dituliskan..
22 Desember 2011
22 November 2011
SMS tausiyah dari pejuang dakwah
Tak ada yang melebihi warna jiwa kami setelah keimanan kepada Allah, kecuali suasanan persaudaraan karena Allah di jalan ini. Kami dijalan ini, terikat dengan ruh persaudaraan yang tulus. Ruh persaudaraan yang tersemai melalui kebersamaan kami berjalan dan memenuhi banyak tugas-tugas dakwah yang kaim jalani. Kami berharap, persaudaraan kami di jalan ini seperti yang digambarkan Rasulullah tentang golongan orang-orang yang dinaungi Allah di hari kiamat. Dimana salah satu golongan itu adalah orang yang saling bercinta karena Allah, bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah SWT. (Lili Nur Aulia)
Belajar dari Garuda, di AFF dan Sea Games, sungguh tampak adanya kaderisasi yang baik pemain bola di Indonesia, meskipun PSSI bermasalah. Timnas Garuda sudah membuktikan kepahlawanannya, mereka menjemput momentum sejak jauh hari sebelumnya. Sekarang kita pun sedang menjemput momentum dan mempersiapkan pahlawan-pahlawan terbaik untuk masa depan dakwah. Bismillah..Semoga Allah meridhoi tiap perjuangan kita mencetak pahlawan-pahlawan. Hamasah!!
-Morning Smile-
Umat yang besar adalah yang sadar akan arti penting kemenangan dan kekalahan. Ia tahu rasanya menginjak tanah sehingga langkahnya tegar bagi segala rintangan, ia tahu rasanya menatap langit sehingga tatapannya tajam melihat jauh di masa depan. Bersabar dalam bersyukur, bersyukur dalam bersabar. Wallahu'alam bishowab.
Belajar dari Garuda, di AFF dan Sea Games, sungguh tampak adanya kaderisasi yang baik pemain bola di Indonesia, meskipun PSSI bermasalah. Timnas Garuda sudah membuktikan kepahlawanannya, mereka menjemput momentum sejak jauh hari sebelumnya. Sekarang kita pun sedang menjemput momentum dan mempersiapkan pahlawan-pahlawan terbaik untuk masa depan dakwah. Bismillah..Semoga Allah meridhoi tiap perjuangan kita mencetak pahlawan-pahlawan. Hamasah!!
-Morning Smile-
Umat yang besar adalah yang sadar akan arti penting kemenangan dan kekalahan. Ia tahu rasanya menginjak tanah sehingga langkahnya tegar bagi segala rintangan, ia tahu rasanya menatap langit sehingga tatapannya tajam melihat jauh di masa depan. Bersabar dalam bersyukur, bersyukur dalam bersabar. Wallahu'alam bishowab.
11 September 2011
I'tkaf @Maskam
Ramadhan 1432H adalah bulan yang penuh dengan perubahan. Dengan segala targetan yang dibuat dan keinginan unutk mencapainya semua karena ber-fastabiqul khoirot di bulan Ramadhan. Subhanallah..semua targetan yang dibuat satu per satu mendapat cek list.
Pengalaman i'tikaf di tahun ini adalah di Maskam UGM. Di Ramadhan tahun ini an memutuskan pulang ke rumah lebih awal karena bertekad untuk i'tikaf di Jogja. Namun, kahirnya an memutuskan untuk di rumah selama dua hari beru kemudian berangkat ke Jogja untuk i'tikaf. Tempat pertama yang menjadi pilihan untuk i'tikaf adalah masjid Jogokariyan karena terkenal dengan kampung Ramadhan dan agenda i'tikafnya yang sudah tersusun dengan baik. Akan tetapi akhirnya an urungkan karena beberapa pertimbangan. Dan akhirnya an memilih Maskam UGM sebagai tempat untuk i'tikaf. Saat i'tikaf an tidak berangkat sendiri tapi ditemani dengan seorang teman dari IPB yaitu Tyas.
25 Agustus 2011
Hari ini adalah awal perjalanan kami mulai menuju Jogja. Kita berangkat dari rumah masing-masing dan janji ketemuannya di Jogja. An berangkat lebih dulu menggunakan bis karena sudah ketinggalan kereta yang menuju Jogja. Setibanya di Jogja an langsung menuju Masjid Malioboro untuk melakukan sholat dzuhur. Sambil menunggu Tyas yang menyusul belakangan an gunakan waktunya untuk tilawah, alhamdulillah dapat menyelesaikan 1 juz.
Kami baru melakukan perjalanan kembali menuju ke Maskam setelah sholat ashar. Tapi karena sok tau, kita melakukan perjalanan dengan menggunakan bus umum yang seharusnya menggunakan bus Trans Jogja. Alhasil, kita menyasar selama dua jam di Jogja. Dan pada saat adzan maghrib berkumandang pun kita masih berada di dalam bus. Sesampainya di tempat tujuan, kita membeli makanan kecil untuk berbuka terlebih dahulu kemudian melakukan sholat maghrib dan istirahat sejenak. Kemudian dilanjutkan dengan sholat Isya' dan tarawih.
Saat buka shaum tadi kita belum makan nasi, karena kita tidak menemukan adanya penjual nasi di dekat masjid. Alhamdulillah, ada temannya Tyas yang bersedia untuk membelikan makan untuk berbuka. Makanan yang dibelikan ini tidak bisa kita temukan di Bogor sebelumnya yaitu sate Jamur (aneh kan??), tapi enak lho. Setelah selesai makan kita bersiap untuk melakukan aktivitas i'tikaf. Tapi sayangnya, perbekalan yang kita punyai tidak memadai karena ternyata cuaca saat itu tidak mendukung.
Brrrrr...brrrr...brrr..sungguh dinginnya Jogja waktu itu (lebih dingin dari Bogor). Sampai-sampai an menggunakan jaket an menjadi alas pada waktu sholat karena kaki tidak kuat akan dinginnya udara saat itu. An hanya membawa satu jaket dan tidak pula membawa sajdah. Coba bayangkan di Maskam tidak ada sajadah sama sekali, dan kita tidur beralaskan lantai yang sangat dingin. Subhanallah.. Aktivitas tilawah dan sholat malam menjadi rutinitas malam itu dan sungguh luar biasa lantai 2 penuh dengan orang yang i'tikaf.
26 Agustus 2011
Pada saat sahur, kita kira ada panitia yang ingin mendata siapa saja yang i'tikaf malam itu di Maskam, tapi ternyata tidak ada. Akhirnya kita tidak pesan makanan untuk sahur sehingga kita sahur dengan makanan ringan yang kita bawa yaitu biskuit dan roti serta air putih. Ingin rasanya minum air teh hangat untuk menghangatkan badan tapi apa daya karena kita tidak pesan akhirnya kita hanya minum air putih yang sudah sedingin air yang dimasukkan ke dalam kulkas (agak lebay dikit,,tapi memang dingin..). Hari itu tepat hari Jum'at dan berarti akan ada sholat Jum'at di siang harinya. Siapa coba yang menjadi imam sholat Jum'at nya?? pasti kita pikir ya imam Maskam lah.. Tapi hari itu spesial karena imam sholat Jum'at nya adalah Ust. Yusuf Mansyur. Wah,,Subhanallah.. dalam hati an terus bertanya, kapan ya Al Hurriyyah dapat melaksanakan sholat Jum'at dengan imam nya Ust. Yusuf Masyur atau Ustadz lainnya??? (salah satu marketisasi dakwah kampus). Kegiatan rutinitas i'tikaf pun berlangsung seperti biasanya. Dan ada sesuatu yang menarik pada saat sholat tarawih malam itu. Ada seorang ustadz sekaligus dosen di UGM yang memberikan ceramah ketika selesai sholat isya'. Subhanallah,, an melihat ke sekeliling tidak ada satu pun orang yang mengantuk dan semua orang dengan semangat juga mendengarkan ceramah yang disampaikan. Apa gerangan yang membuat kondisi seperti ini?? Ternyata ustadz ini ketika menyampiakan ceramahnya begitu bergelora, sehingga seperti orasi. Subhanallah..an jarang melihat dan mendengar ceramah yang begitu menghayati dan membangkitkan semangat. An lalu berpikir,, benar memang jika UGM sudah futuh. Allahu Akbar!!
27 Agustus 2011
Hari terakhir i'tikaf @Maskam karena kami diizinkan hanya 3 hari saja sama orang tua. Ketika ingin meninggalkan Maskam, terasa berat kaki ini untuk melangkah. Ingin rasanya tetap berada @Maskam untuk menghabiskan malam-malam dengan ibadah yang khusyuk dan ber-fastabiqul khoirot. Ya Allah semoga Engkau memperkenankan hamba untuk dapat merasakan kembali keindahan bermunajat di malam hari di masjid ini. Setelah selesai sholat dhuha kami memutuskan untuk pulang.
Ramadhan adalah bulan syahru tarbiyah. Kedatangannya sungguh dinanti-nanti setiap muslim di seluruh penjuru belahan dunia. Ingin rasanya tetap berada di bulan Ramadhan. Namun, pada akhirnya kita harus berpisah juga dengan bulan yang penuh berkah. Dan bekal sudah didapat sehingga selayaknya kita selalu menjaga amal yaumiyah di sebelas bulan mendatang.
Semoga Allah memepertemukan kita kembali dengan bulan Ramadhan tahun depan.
Amiin...
-memori Ramadhan @Jogja-
Pengalaman i'tikaf di tahun ini adalah di Maskam UGM. Di Ramadhan tahun ini an memutuskan pulang ke rumah lebih awal karena bertekad untuk i'tikaf di Jogja. Namun, kahirnya an memutuskan untuk di rumah selama dua hari beru kemudian berangkat ke Jogja untuk i'tikaf. Tempat pertama yang menjadi pilihan untuk i'tikaf adalah masjid Jogokariyan karena terkenal dengan kampung Ramadhan dan agenda i'tikafnya yang sudah tersusun dengan baik. Akan tetapi akhirnya an urungkan karena beberapa pertimbangan. Dan akhirnya an memilih Maskam UGM sebagai tempat untuk i'tikaf. Saat i'tikaf an tidak berangkat sendiri tapi ditemani dengan seorang teman dari IPB yaitu Tyas.
25 Agustus 2011
Hari ini adalah awal perjalanan kami mulai menuju Jogja. Kita berangkat dari rumah masing-masing dan janji ketemuannya di Jogja. An berangkat lebih dulu menggunakan bis karena sudah ketinggalan kereta yang menuju Jogja. Setibanya di Jogja an langsung menuju Masjid Malioboro untuk melakukan sholat dzuhur. Sambil menunggu Tyas yang menyusul belakangan an gunakan waktunya untuk tilawah, alhamdulillah dapat menyelesaikan 1 juz.
Kami baru melakukan perjalanan kembali menuju ke Maskam setelah sholat ashar. Tapi karena sok tau, kita melakukan perjalanan dengan menggunakan bus umum yang seharusnya menggunakan bus Trans Jogja. Alhasil, kita menyasar selama dua jam di Jogja. Dan pada saat adzan maghrib berkumandang pun kita masih berada di dalam bus. Sesampainya di tempat tujuan, kita membeli makanan kecil untuk berbuka terlebih dahulu kemudian melakukan sholat maghrib dan istirahat sejenak. Kemudian dilanjutkan dengan sholat Isya' dan tarawih.
Saat buka shaum tadi kita belum makan nasi, karena kita tidak menemukan adanya penjual nasi di dekat masjid. Alhamdulillah, ada temannya Tyas yang bersedia untuk membelikan makan untuk berbuka. Makanan yang dibelikan ini tidak bisa kita temukan di Bogor sebelumnya yaitu sate Jamur (aneh kan??), tapi enak lho. Setelah selesai makan kita bersiap untuk melakukan aktivitas i'tikaf. Tapi sayangnya, perbekalan yang kita punyai tidak memadai karena ternyata cuaca saat itu tidak mendukung.
Brrrrr...brrrr...brrr..sungguh dinginnya Jogja waktu itu (lebih dingin dari Bogor). Sampai-sampai an menggunakan jaket an menjadi alas pada waktu sholat karena kaki tidak kuat akan dinginnya udara saat itu. An hanya membawa satu jaket dan tidak pula membawa sajdah. Coba bayangkan di Maskam tidak ada sajadah sama sekali, dan kita tidur beralaskan lantai yang sangat dingin. Subhanallah.. Aktivitas tilawah dan sholat malam menjadi rutinitas malam itu dan sungguh luar biasa lantai 2 penuh dengan orang yang i'tikaf.
26 Agustus 2011
Pada saat sahur, kita kira ada panitia yang ingin mendata siapa saja yang i'tikaf malam itu di Maskam, tapi ternyata tidak ada. Akhirnya kita tidak pesan makanan untuk sahur sehingga kita sahur dengan makanan ringan yang kita bawa yaitu biskuit dan roti serta air putih. Ingin rasanya minum air teh hangat untuk menghangatkan badan tapi apa daya karena kita tidak pesan akhirnya kita hanya minum air putih yang sudah sedingin air yang dimasukkan ke dalam kulkas (agak lebay dikit,,tapi memang dingin..). Hari itu tepat hari Jum'at dan berarti akan ada sholat Jum'at di siang harinya. Siapa coba yang menjadi imam sholat Jum'at nya?? pasti kita pikir ya imam Maskam lah.. Tapi hari itu spesial karena imam sholat Jum'at nya adalah Ust. Yusuf Mansyur. Wah,,Subhanallah.. dalam hati an terus bertanya, kapan ya Al Hurriyyah dapat melaksanakan sholat Jum'at dengan imam nya Ust. Yusuf Masyur atau Ustadz lainnya??? (salah satu marketisasi dakwah kampus). Kegiatan rutinitas i'tikaf pun berlangsung seperti biasanya. Dan ada sesuatu yang menarik pada saat sholat tarawih malam itu. Ada seorang ustadz sekaligus dosen di UGM yang memberikan ceramah ketika selesai sholat isya'. Subhanallah,, an melihat ke sekeliling tidak ada satu pun orang yang mengantuk dan semua orang dengan semangat juga mendengarkan ceramah yang disampaikan. Apa gerangan yang membuat kondisi seperti ini?? Ternyata ustadz ini ketika menyampiakan ceramahnya begitu bergelora, sehingga seperti orasi. Subhanallah..an jarang melihat dan mendengar ceramah yang begitu menghayati dan membangkitkan semangat. An lalu berpikir,, benar memang jika UGM sudah futuh. Allahu Akbar!!
27 Agustus 2011
Hari terakhir i'tikaf @Maskam karena kami diizinkan hanya 3 hari saja sama orang tua. Ketika ingin meninggalkan Maskam, terasa berat kaki ini untuk melangkah. Ingin rasanya tetap berada @Maskam untuk menghabiskan malam-malam dengan ibadah yang khusyuk dan ber-fastabiqul khoirot. Ya Allah semoga Engkau memperkenankan hamba untuk dapat merasakan kembali keindahan bermunajat di malam hari di masjid ini. Setelah selesai sholat dhuha kami memutuskan untuk pulang.
Ramadhan adalah bulan syahru tarbiyah. Kedatangannya sungguh dinanti-nanti setiap muslim di seluruh penjuru belahan dunia. Ingin rasanya tetap berada di bulan Ramadhan. Namun, pada akhirnya kita harus berpisah juga dengan bulan yang penuh berkah. Dan bekal sudah didapat sehingga selayaknya kita selalu menjaga amal yaumiyah di sebelas bulan mendatang.
Semoga Allah memepertemukan kita kembali dengan bulan Ramadhan tahun depan.
Amiin...
-memori Ramadhan @Jogja-
14 Agustus 2011
ATMOSFER KAMPUS
Berawal dari sebuah perjalanan yang ana lakukan tahun lalu. Sebuah perjalanan antar kota dan antar kampus yang begitu menginspirasi. Yaitu perjalanan antar masjid kampus (afwan, harap maklum.. temanya selalu tentang perjalanan, karena ana sangat suka dengan sebuah perjalanan..banyak ibroh yang bisa kita ambil dari setiap perjalanan yang kita lakukan).
Pemilihan judul 'atmosfer kampus' ini juga mengandung makna. Menurut wikipedia, definisi atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. Sedangkan menurut ana kampus itu akan terasa bermakna dengan kehadiran masjid kampus di dalamnya. Karena masjid kampus dan segala aktivitasnya adalah sebagai pelindung orang-orang yang ada di kampus tersebut. Sehingga masjid kampus lah yang berfungsi menjadi 'atmosfer kampus'.
MASKAM (Masjid Kampus)
Ada yang pernah mendengar Maskam?? Yap, ini adalah masjid kampus yang berada di Universitas Gadjah Mada (UGM). Masjid yang terkenal dengan arsitektur seperti Taj Mahal di India. Yaitu ada kolam yang berada di depan Masjid serta di tengah-tengah kolam itu ada tulisan kaligrafi yang berlafadzkan Allah. Sungguh megah arsitektur masjid ini. Serta di samping kanan dan kiri masjid terdapat taman yang mempercantik lanskap masjid ini. Subhanaallah..
Tetapi ada yang lebih menarik dengan masjid ini. Ana ke mampir ke masjid ini dengan beberapa orang teman IPB (yang meyebut dirinya ALANG, Akhwat petuaLANG). Ketika itu ana ingin melaksanakan sholat dhuha di sana. Pertama kali memasuki kawasan masjid, Subhanallah, sungguh beragam orang yang melakukan aktivitas di masjid itu. Banyak akhwat dan ikhwan yang sibuk dengan aktivitas di masjid kampus ini. Atmosfer yang begitu terasa heterogenitas di masjid tersebut. Ketika sampai di tempat sholat akhwat (lantai 2),,lagi-lagi ana melihat ada sesuatu hal yang asing. Ada tiga kelompok lingkaran kecil di setiap sudut ruangan tersebut. Yang masing-masing kelompok tersebut ada seorang yang menjadi mentor dan adik2 mentor nya. Subhanallah.. Pemandangan seperti ini mungkin sering kita lihat di masing-masing masjid kampus. Namun, di Maskam ini sungguh berbeda. Tiga kelompok lingkaran kecil ini ternyata mempunyai 3 jenis warna yang berbeda. Ini pemandangan yang ana temukan di Maskam.
Sungguh, betapa strugle nya ikhwah yang ada di kampus ini menghadapi sebuah lingkungan yang heterogen (bahasa ekonomi, mengalami persaingan pasar sempurna).
KEEP ISTIQOMAH,,bergerak mencari ridho Allah!!
Masjid Nurul Huda
Ada yang tahu Masjid Nurul Huda itu masjid kampus apa?? Yup..yup.. Masjid Nurul Huda adalah masjid yang berada di kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Ini masjid kedua yang ana kunjungi tahun kemarin. Pada saat ke UNS, ana ditemani dengan seorang teman SMA yang kuliah di UNS. Pada saat ana memasuki Masjid Nurul Huda yang pertama kali ana rasakan adalah masjid yang sejuk karena banyak pohon-pohonnya. Pada saat itu masih masjid dalam keadaan sepi karena masih liburan. Tapi ini bukan menjadi sebuah permasalahan. Karena, masjid ini berdiri kokoh dengan ketenangannya. Di lantai 2 masjid ini terdapat ruangan-ruangan yang berfungsi sebagai sekretariat pengurus masjid Nurul Huda untuk ikhwan dan akhwat. Ruangan antara ikhwan dan akhwat terpisah karena posisi ruangan ada di pojok masing-masing wing dari masjid. Tapi ada kekurang nyamanan di tempat sholat akhwat yang sama-sama berada di lantai 2, yaitu karena banyak ikhwan yang hilir mudik menuju sekret ikhwan, walaupun tidak melewati pembatas (afwan bagi yang membaca blog ini,,teman2 dari UNS..mungkin bisa menjadi masukan..). Di masjid inilah ana dan teman ana bertukar pikiran serta sharing banyak hal terkait kondisi kampus masing-masing.
KEEP ISTIQOMAH saudara/i ku,,jalan ini masih panjang,,tetaplah berkarya!!
Teruntuk : ikhwah yang ada di UNS
Masjid Al Hurriyyah
Hayo, Dimana letak masjid Al Hurriyyah??
Al Hurriyyah..Al Hurriyyah..
Kau berdiri kokoh disana..
Itu adalah sepenggal lirik dari Mars Al Hurriyyah. Terharu deh,,jika mendengarnya. Yap, bener banget ini adalah masjid kampus yang berada di Institut Pertanian Bogor (IPB). Posisi dari Masjid Al Hurriyyah ini berada di kampus bagian belakang jadi agak susah dijangaku oleh masyarakat. Tapi jika di kalangan civitas akademika IPB, masjid kampus ini menjadi tempat favorit. Apalagi pada waktu hari jum’at, sampai penuh parkiran yang disediakan. Arsitektur dari masjid ini memang agak unik dan berbeda dengan bentuk-bantuk masjid pada umumnya. Karena bentuknya masjid ini limas, seperti kebanyakan bentuk gedung yang ada di IPB. Masjid ini sangat sejuk, tenang, dan sangat nyaman. Pokoknya membuat orang rindu akan masjid ini jika sudah meninggalkan kampus. Aktivitas di masjid ini juga sangat banyak yaitu agenda kajian rutin, buka shaum bareng (jika Ramadhan), belajar bareng, ngerjain tugas (apalagi sekarang terdapat wifi). Dan kita pun dapat menemukan beberapa kelompok lingkaran kecil setiap harinya di masjid ini.
Teruntuk : pejuang-pejuang tangguh,,teruslah berkarya, teruslah bergerak, wujudkan perubahan!! KEEP JIHAD IN OUR HEART!! KEEP ISTIQOMAH..
Kun kitaaban mufiidan bila 'unwaanan, wa laa takun 'unwaanan bila kitaaban. Jadilah kitab yang bermanfaat walaupun tanpa judul. Namun, jangan menjadi judul tanpa kitab.
Yuks, kita ramaikan masjid kampus!!
Serta rasakan atmosfer nya..
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS At-Taubah; 09 : 18)
nb: Masing-masing masjid kampus mempunyai atmosfer yang berbeda-beda. Nah, saatnya rasakan setiap hembusan atmosfernya. (Jangan hanya numpang lewat saja ya..)
12 Agustus 2011
Berbagi dengan Tulisan
Penulis mempunyai ciri khas dalam menuliskan pola pikir yang ada dalam pikirannya. Ada banyak gaya tulisan yang bisa kita amati melalui membaca tulisan-tulisan yang ada di blog orang. Biasanya disebut dengan surfing atau blog walking. Ini adalah salah satu hobi saya saat ini. Hobi ini tidak timbul begitu saja, berawal dari membuat blog sendiri yang termotivasi dari teman sekamar yang membuat blog terlebih dahulu. Kemudian menjadi rajin untuk menuliskan beberapa postingan ke dalam blog dengan gaya bahasa yang khas. Saya juga mempunyai teman yang suka melakukan blog walking juga walau belum punya blog sendiri. Tiap saat selalu mengikuti beberapa blog yang menjadi favoritnya. Hingga suatu saat kita mengobrol mengenai blog-blog yang telah kita kunjungi. Anehnya dalam pembicaraan kita yang mengalir begitu saja, kita dapat menggambarkan kondisi seseorang berdasarkan dari membaca tulisan yang di posting ke dalam blognya. Apakah kita termasuk orang pengamat ya??
Banyak hal yang dapat kita ambil ketika blog walking :
1. Dapat mengambil informasi yang terdapat dalam blog tersebut
2. Mengetahui kondisi seseorang berdasarkan apa yang dituliskan dalam blog
3. Mengetahui pemikiran seseorang terkait topik tertentu, karena masing-masing orang mempunyai spesifikasi tulisannya sendiri-sendiri
4. Dapat melakukan diskusi/share terkait tulisan yang ada dalam blog
5. Dan terakhir, ternyata dengan tulisan kita dapat berbagi dengan orang lain.
Mari tingkatkan keinginan untuk menulis, tuliskan segala sesutu yang ada dalam pikiran kita. Selamat berbagi dengan tulisan. Ekspresikan pemikiranmu, berbagi motivasi serta jalin ukhuwah dengan sesama blogger.
Iqro' : Bacalah
Ini adalah perintah Allah yang termuat dalam Al Qur'an. Jadi mulai budayakan untuk membaca. Bukan hanya membaca dalam bentuk tulisan tetapi dapat juga membaca dengan memperhatikan fenomena-fenomena yang terjadi di alam ini. Yaitu yang terdapat dalam ayat-ayat kauniyah dan qauliyah.
10 Agustus 2011
Perjalanan Ramadhan
“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka memiliki hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau memiliki telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.”
(QS Al Hajj : 46)
Sudah lama ingin menuliskan mengenai beberapa perjalanan yang telah dilakukan selama awal Ramadhan ini. Banyak hal yang dapat dituliskan selama melakukan perjalanan. Hobi ku salah satunya adalah traveling, dan salah satu cita-citaku adalah menjadi backpacker ke beberapa kota yang belum pernah dituju (hal ini banyak yang comment..'tunggu dulu fat sampai ada yang mau menemani'). InsyaAllah..
Nah, kembali lagi ke topik kita kali ini yaitu perjalanan di awal Ramadhan ini. Sekarang Ramadhan sudah memasuki hari ke-10, sebelum menceritakan pengalaman perjalanan mau tanya dulu neh,,apakah targetan Ramadhan sudah tercapai atau belum?? SEMANGAT ya,,Karena Ramadhan saatnya kita ber-fastabiqul khoirot
Ramadhan hari ke-1
Perjalanan yang dilakukan adalah ke Poliklinik terus ke Karya Bakti, nginep di RS semalam beralaskan lantai RS. Bayangkan dinginnya lantai RS di malam hari. Brrrr..
Ramadhan hari ke-2
Pulang dari RS sebelum sahur karena ingin menghangatkan badan pada waktu sahur dengan minum yang hangat akhirnya pulang dari RS naik motor. Brrr..dinginnya. Menyempatkan tidur sejenak sekitar 15 menit, karena harus berangkat lagi ke RS.
Ramadhan hari ke-3
Sholat tarawih di Masjid kampus tercinta yaitu Al Hurriyyah yang diimami oleh Syeikh dari Syria. Subhanallah, bacaan sholat tarawihnya satu juz, yaitu juz tiga. (Ingin merasakan kembali nikmat tarawih dengan bacaan Al Qur'an yang membuat kita semakin semangat untuk sholat tarawih walau lebih lama waktunya..)
Ramadhan hari ke-4
Mendapat undangan dari Departemen untuk kumpul, dan akhirnya mendapatkan respon yang baik ketika bertemu dengan Sekdept. Terus tanpa ada planning terlebih dahulu, aku dan temanku melakukan perjalanan ke Depok tepatnya ke rumah temanku. Kita berangkat dari Bogor jam dua siang. Waktu perjalanan yang ditempuh selama satu setengah aku gunakan untuk ngobrol di angkot dan tidur (saking ngantuknya..). Sesampainya di Depok jam menunjukkan pukul setengah empat, berarti sebentar lagi ashar. Setelah main sebentar ke rumah temenku, kita bertiga (nambah satu orangnya) sholat ashar di Masjid Kubah Emas, karena sangat dekat jaraknya dengan rumah temanku. Akhirnya ini pengalaman pertama sholat di Masjid Kubah Emas saat Ramadhan. Setelah sholat kita memutuskan untuk pulang, karena perjalananku masih jauh yaitu ke Bogor lagi akhirnya pertemuan yang singkat itu memisahkan kita. Kapan ya kita bisa kumpul-kumpul lagi??
Perjalanan ini belum berakhir, karena masih ada perjalanan menuju ke Bogor lagi. Ketika adzan maghrib berkumandang aku masih berada di angkot Parung-Bogor, karena tidak terdengar suara adzan akhirnya aku sms ke beberapa teman menanyakan 'sudah adzan belum?'. Alhamdulillah, aku berbuka puasa di angkot. Ketika sampai di Bubulak aku memutuskan untuk sholat di Laladon karen pertimbangan waktu yang sempit. Yap, akhirnya aku melakukan sholat di masjid yang ke-2 yaitu Masjid Al Madinah (ini pengalaman pertama juga sholat di masjid Laladon). Di tempat sholat akhwat yaitu lantai dua, terasa sepi sekali, hanya terdapat satu orang ibu separuh baya yang sedang berdzikir. Aku melakukan sholat hanya dengan menggunakan pakaian yang aku kenakan karena tidak membawa mukena. Ketika selesai sholat ternyata Ibu tadi masih duduk menunggu, aku kira menunggu cucunya atau anaknya tapi ternyata beliau menungguiku. Selesai berdzikir, aku bangkit dan hendak berjalan meninggalkan Ibu itu begitu saja tapi akhirnya kau memutuskan untuk menyapa dan mencium tangannya (padahal g kenal ya..tapi mengucapkan salam dan berjabat tangan ke sesama muslim dicontohkan oleh Rasulullah saw). Ketika berpamitan, Ibu tadi menyeletuk, 'Dek, tadi sholat masih kelihatan tangannya ya? Berarti masih keliahatan aurotnya, karena aurot wanita itu kan sampai telapak tangan. Untuk kedepannya harus pake mukena ya dek'. Glek,,aku tidak bisa berkata apa-apa. Ingin ku menyampaikan apa yang kuketahui tapi aku memutuskan untuk meng-Iyakan saja, karena aku mengejar sholat isya' dan tarawih di Masjid SMP Balebak. Kemudian aku pamit sama Ibu itu dan berjalan meninggalkan Ibu itu. Ketika di dalam angkot aku masih teringat kata-kata Ibu tadi. Sehingga aku berpikir ternyata orang itu dalam menafsirkan sebuah hadis itu berbeda-beda. Nah, inilah gunanya kita menetapkan dalam sebuah pilihan dan tidak boleh berdebat hanya karena kita berbeda dalam melaksanakan tatacara beribadah. Jika kita telisik lebih jauh lagi lima mazhab yang ada di dunia ini pun terdapat beberapa perbedaan. Tapi bukan berarti kita itu berbeda. Tetapi yakinlah kita melakukan ibadah itu sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, tentunya dengan mengkaji lebih dahulu ilmunya.
Masjid ketiga yang aku datangi dalam hari itu adalah Masjid Al Maghfiroh Balebak. Aku melaksanakan sholat isya' dan tarawih di sana. ceeeessss,,hati ini tiba-tiba meleleh ketika melakukan sholat. Subhanallahwalhamdulillah walailahaillaallah waallahu akbar..
Perjalanan tiga masjid yang berbeda dengan kesan yang berbeda pula. Kapan-kapan kita melakukan perjalanan lagi antar satu masjid ke masjid lainnya.
skip ya...perjalanan Ramadhan ke 5-7..langsung lanjut saja..
Ramadhan ke-8
Suatu perjalanan kembali dilakukan yaitu ke Depok lagi. Ke rumahnya Destia, akhirnya sudah lama ingin main ke rumahnya baru kesampaian saat ini. Aku berangkat ke Depok dengan temen naik motor. Agak sotoy se, karena belum tau alamat pastinya kita mencoba langsung jalan saja, ujung-ujungnya nyasar deh. Wuiiihhh,,kesabaran sang pengendara motor pun diuji. Afwan ya.
Untuk Destia, syafakillah ukhti. Semoga Allah memberikan kesehatan kepadamu.
NB : Empat hari perjalanan di awal, aku lakukan ketika badan dalam kondisi kurang fit. Sampai ada yang nyeletuk 'Sudah tau sakit kenapa sering jalan-jalan terus??'. Seandainya bisa dijelaskan, akan ada banyak hal yang bisa diambil ibrohnya. Karena sesuai dengan ayat yang aku tuliskan di awal note ini. Ketika dalam perjalanan itu yang melihat adalah mata hati. Bersyukur atas segala yang Allah swt ciptakan di muka bumi ini.
InsyaAllah, jika Allah menghendaki..akan ada perjalanan selanjutnya yaitu di Jogja. Tempat ingin sekali dikunjungi adalah Masjid Jogokariyan Jogjakarta untuk melakukan i'tikaf dengan beberapa orang teman yang sudah membuat planning untuk kesana juga.
SEMANGAT...KEJAR TARGET RAMADHAN!!!
Langganan:
Postingan (Atom)