21 April 2012
Hari Kartini, yup..memang tanggal 21 April dijadikan sebagai hari kelahiran Kartini. Dan ini menjadi simbol kebangkitan bagi perempuan di Indonesia.
Ada yang berbeda dengan hari Kartini tahun ini bagiku. Hari ini adalah pengalaman pertamaku dengan menjadi koordinator ibu-ibu pengajian ke acara milad SALIMAH DPD Kabupaten Bogor. Subhanallah..Seneng banget se,,akhirnya sekarang aku merasakan bergaul dengan ibu-ibu majelis ta'lim. Kalau dipikir mungkin tahun kemarin aku masih berkecimpung dengan dunia dakwah di kampus. Sekarang aku harus mulai membiasakan diri terjun ke masyarakat. Melihat ibu-ibu sangat antusias saat mengikuti kegiatan ini, aku juga menjadi semakin semangat ingin memberikan apa yang bisa aku berikan untuk kegiatan dakwah di lingkungan baru ini.
Bersama rombongan, kita naik dua angkot menuju Cibinong. Ada tausiyah yang disampaiakn oleh Ketua DPP SALIMAH yaitu Ibu Nurul Hidayati. Semangat beliau dalam menyampaikan tausiyah. Semangat beliau dalam melaksanakan amanahnya sebagai ketua PP SALIMAH, yang mengharuskan beliau keliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Menyambut hangat perjuangan para akhwat untuk mendirikan SALIMAH di berbagai daerah. Aku merasa malu, karena belum melakukan apa-apa. Belum bisa berkontribusi lebih.
SELAMAT Hari KARTINI,,selamat berkarya!! Bagi yang belum saatnya untuk mulai berkarya dalam dakwah, bagi yang sudah berkarya semakin tingkatkan karya dalam amal-amal dakwah. Lakukanlah sesuai dengan kemampuanmu. Fastabiqul khairat...
21 April 2012
19 April 2012
Sebuah Pertanyaan
Hari ini jadwal aku mengajar di NUFA kelas VII. Dibuka dengan berdo'a terlebih dahulu, tetpi ada yang mengusik hati. Aku bertanya ke murid-murid, 'Kok tumben pada keliatan lemes ya?'. Anak-anak hanya bisa tersenyum, entah kenapa??. Pelajaran IPA berlangsung dengan tenang, karena materi yang sangat banyak dan membutuhkan konsentrasi semua murid. Walaupun, ada beberapa yang rame dikit, tidak apalah sebagai refresh otak. Setelah 2x40' berlangsung, akhirnya berakhir juga pelajaran IPA. Langsung silanjutkan dengan pelajaran Bahasa Inggris. Ketika dimulai pelajaran Bahasa Inggris, aku menanyakan tentang PR yang harus segera dikumpulkan. Ternyata banyak yang belum menyelesaikan PRnya. Aku pun menunggu sampai mereka selesai mengerjakan PR. Tiba-tiba
ada murid yang bertanya, 'Ibu, apakah ibu capek ngajarin kita?'
Aku tidak menjawab banyak, hanya tersenyum dan menjawab,'Enggak kok, kenapa?'
Murid itu menjawab,'Kita kan suka bikin rame di kelas, banyak yang belum ngerjain PR juga.'
Ketika itu ingin rasanya aku menjawab panjang lebar, tapi aku tidak bisa menyampaikannya. Jika seandainya mereka tau betapa sangat tertantangnya aku mengajari mereka dengan berbagai karakter dan tingkah laku mereka. Dalam hati aku harus bisa membuat perubahan pada diri mereka.
Ya Allah, mudahkanlah dalam menyampaikan ilmu ke murid-murid ku ...
ada murid yang bertanya, 'Ibu, apakah ibu capek ngajarin kita?'
Aku tidak menjawab banyak, hanya tersenyum dan menjawab,'Enggak kok, kenapa?'
Murid itu menjawab,'Kita kan suka bikin rame di kelas, banyak yang belum ngerjain PR juga.'
Ketika itu ingin rasanya aku menjawab panjang lebar, tapi aku tidak bisa menyampaikannya. Jika seandainya mereka tau betapa sangat tertantangnya aku mengajari mereka dengan berbagai karakter dan tingkah laku mereka. Dalam hati aku harus bisa membuat perubahan pada diri mereka.
Ya Allah, mudahkanlah dalam menyampaikan ilmu ke murid-murid ku ...
13 April 2012
Istiqomah
Kawan..
tetaplah istiqomah..
Sudah dua kali sms ini masuk ke hp saya dengan susunan kalimat yang sama. Sebuah pengingat bagi kita untuk selalu tetap menjaga keistiqomahan dalam hati ini.
tetaplah istiqomah..
Sudah dua kali sms ini masuk ke hp saya dengan susunan kalimat yang sama. Sebuah pengingat bagi kita untuk selalu tetap menjaga keistiqomahan dalam hati ini.
11 April 2012
Special
Teringat sebuah cerita tentang seorang anak. Ada seorang guru meminta muridnya untuk menggambar yang hal yang disukai. Namun ada seorang anak yang sama sekali tidak menggambar di kertasnya. Pada saat ditanya oleh guru, 'Kenapa tidak menggambar nak?'. Sang anak menjawab, 'Aku sudah menggambar bu, ada seekor kambing yang sedang makan rumput. Tapi rumput di lahan itu sudah habis, akhirnya kambing itu pergi, jadi semua kembali menjadi kosong.'
Ingin rasanya aku bertemu anak yang seperti ini.
Ingin rasanya aku bertemu anak yang seperti ini.
10 Maret 2012
9 Maret 2012
15 Februari 2012
Apa Arti Murrobi ??

Ketika itu perbincangan singkat lewat telepon sedang terjadi antara seorang anak dengan Ibunya [baca : saya dan Ibu]. Ketika itu Ibu mengirimkan sebuah pesan singkat melalui handphone.
Ass mbak ibu pengin "bersihkan hati"
Sangat singkat memang pesan tersebut. Sampai saya pun harus bertanya maksudnya apa?? Maklum seperti itulah Ibu saya, setiap kali SMS selalu menimbulkan pertanyaan besar. Kemudian Ibu membalas SMS saya.
Untuk ngajari anak2! Ibu kmrn liat 'yang muda berbicara dalam lomba da'i muda. Mereka semua semangat dan optimis. Dan kalau juara dapat biaya gratis S2 dan naik haji. Ibu semakin senang, subhanallah. Tapi yang syaratnya harus hafal hadis dan Al Qur'an serta perkataan para ulama
Ada apa gerangan ya, Ibu tiba-tiba SMS seperti ini ?? Karena saking penasarannya, akhirnya saya memutuskan untuk menelepon. Pada saat telepon timbullah sebuah diskusi tentang dakwah, da'i dan Murrobi.
Murrobi adalah seorang da’i yang membina mad’u dalam halaqah. Ia bertindak sebagai qiyadah ( pemimpin ), ustadz ( guru ), walid ( orang tua ), dan shohabah ( sahabat ) bagi mad’unya.
Dalam diskusi itu terjadi saling tukar informasi. Dakwah itu bisa dilakukan dimana saja asal ada rasa ikhlas yang melandasi kita melakukan dakwah. Ketika kita menjadi seorang da'i belum tentu kita dapat melihat perkembangan seseorang, karena tidak intens dalam melakukan pembinaan. Karena seorang da'i itu hanya menyampaikan dakwahnya itu secara umum (general) dengan banyak peserta. Nah, saat itulah proses dakwahnya berlangsung. Namun, berbeda dengan seorang Murrobi. Seorang Murrobi melakukan pembinaan itu secara intens yang menginginkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik bagi para binaannya.
Kemudian Ibu menceritakan kondisi di rumah. Denga kegiatan Ibu sekarang yang tiap sore menjadi seorang pengajar TPA yang dulu pernah hilang karena tidak ada yang mengajar, akhirnya semangat baru itu tumbuh dalam diri Ibu. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur akhirnya Ibu sudah menemukan kembali semangat dalam membina yang dulu sempat memudar karena kesibukan yang beliau jalani. Penyemangat itu ditumbuhkan dari anak-anak yang diajarnya di TPA. Karena tiap kali Ummi (panggilan anak-anak untuk Ibu saya) belum datang ke TPA pasti anak-anak kecil menjemput Ibu di rumah. Lalu mengatakan 'Ayo Ummi, kita ngaji lagi.. Ingin belajar tentang Al Qur'an'. Atau ada celotehan dari keponakan yang mengatakan bahwa ' Aku punya Budhe, yang bisa ngajari ngaji lho!!'. Karena semangat anak-anak itulah yang menyebabkan Ibu kembali bersemangat dalam berdakwah.
Ada satu lagi yang menjadi penyemangat Ibu, yaitu ada seorang pengajar TPA di rumah. Beliau adalah lulusan UNDIP, seumuran dengan saya sepertinya (maklum belum pernah ketemu). Karena beliau terkena penyakit Stroke tulang, akhirnya beliau tidak bisa melakukan aktifitas yang banyak. Sehingga beliau bersedia untuk menjadi pengajar di TPA yang berada di rumah. Ibu inginnya agar beliau mendapatkan gaji dari usahanya untuk mengajar di TPA. Tapi ternyata beliau menolak gaji itu, dengan alasan bahwa beliau ikhlas dalam melakukan ini semua. Padahal perjuangan beliau untuk mengajar di TPA patutu diacungi jempol. Karena jarak rumahnya lumayan cukup jauh, dan beliau harus naik angkot terlebih dahulu. Selain itu alasan yang mendasari beliau tetap ingin mengajar di TPA yaitu bahwa beliau ingin belajar ngaji juga sama Ummi. Subhanallah,,Ibu mempunyai binaan!!!. Saya sungguh sangat terharu mendengar penuturan Ibu di telepon, sampai tidak bisa berkata apa-apa.
O,iya..asal muasal kenalnya Ibu dengan mbak2 UNDIP ini juga belum saya ketahui karena saya belum pernah pulang ke rumah beberapa bulan ini. Tetapi cerita-cerita itu selalu saya terima dari Ibu. Duh,,senengnya..
Di akhir percakapan teleponnya kita mengambil kesimpulan bahwa kita harus berusaha menjadi seorang Murrobi yang baik (muntijah), agar dapat mencetak generasi-generasi penerus yang lebih baik. Karena itu amanah dari Allah.
Ya Allah,,mudahkanlah segala urusan kami. Luruskanlah niatan kami, dan jagalah keistiqomahan di dalam hati kami.
Langganan:
Postingan (Atom)
